H. Anies Rasyid Baswedan, S.E., M.P.P., Ph.D.

H. Anies Rasyid Baswedan, S.E., M.P.P., Ph.D. (lahir di Kuningan, Jawa Barat, 7 Mei 1969; umur 52 tahun), adalah seorang akademisi pendidikan dan juga politikus Indonesia yang menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta untuk periode 2017 hingga 2022.

Anies merupakan cucu dari pejuang kemerdekaan Abdurrahman Baswedan. Ia menginisiasi gerakan Indonesia Mengajar dan menjadi rektor termuda yang pernah dilantik oleh sebuah perguruan tinggi di Indonesia pada tahun 2007, saat menjadi Rektor Universitas Paramadina pada usia 38 tahun. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk Kabinet Kerja sejak tanggal 26 Oktober 2014 sampai dirinya digantikan oleh Muhadjir Effendy dalam perombakan kabinet pada tanggal 27 Juli 2016.

Anies bersama Sandiaga Uno memenangkan pemilihan umum Gubernur DKI Jakarta pada 2017 dalam dua putaran. Diusung oleh Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera, pasangan ini menang dengan mengumpulkan 57,95% suara. Anies memulai masa jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta pada bulan Oktober 2017.

Masa kecil

Anies dilahirkan di Kuningan, Jawa Barat pada tanggal 7 Mei 1969 dari pasangan Rasyid Baswedan dan Aliyah Rasyid. Anies mulai mengenyam bangku pendidikan pada usia 5 tahun. Saat itu, ia bersekolah di TK Masjid Syuhada. Menginjak usia enam tahun, Anies masuk ke SD Laboratori, Yogyakarta. Di masa kecilnya, Anies dikenal sebagai seseorang yang mudah bergaul dan memiliki banyak teman.

Masa remaja dan kuliah

Setelah lulus SD, Anies diterima di SMP Negeri 5 Yogyakarta. Dia bergabung dengan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di sekolahnya, dan menduduki jabatan sebagai pengurus bidang humas yang dijuluki sebagai “seksi kematian,” karena tugasnya mengabarkan kematian. Anies juga pernah ditunjuk menjadi ketua panitia tutup tahun di SMP-nya.

Kita ditarik dulu ke belakang, sebelum kemudian bisa meloncat dengan jauh.Anies Baswedan, menggambarkan keterlambatannya lulus SMA karena mengikuti program pertukaran pelajar ke Amerika.

Lulus dari SMP, Anies meneruskan pendidikannya di SMA Negeri 2 Yogyakarta. Dia tetap aktif berorganisasi hingga terpilih menjadi Wakil Ketua OSIS dan mengikuti pelatihan kepemimpinan bersama tiga ratus orang Ketua OSIS se-Indonesia. Hasilnya, Anies terpilih menjadi Ketua OSIS se-Indonesia pada tahun 1985. Pada tahun 1987, dia terpilih untuk mengikuti program pertukaran pelajar AFS dan tinggal selama setahun di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat. Program ini membuatnya menempuh masa SMA selama empat tahun dan baru lulus pada tahun 1989.

Sekembalinya ke Yogyakarta, Anies mendapat kesempatan berperan di bidang jurnalistik. Ia bergabung dengan program Tanah Merdeka di Televisi Republik Indonesia cabang Yogyakarta dan mendapat peran sebagai pewawancara tetap tokoh-tokoh nasional.

Masa kuliah

UGM (1989-1995)

Anies diterima masuk di Fakultas Ekonomi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Dia tetap aktif berorganisasi, bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Islam dan menjadi salah satu anggota Majelis Penyelamat Organisasi HMI UGM.[10]

Di fakultasnya, Anies menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa dan ikut membidani kelahiran kembali Senat Mahasiswa UGM setelah pembekuan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dia terpilih menjadi Ketua Senat Universitas pada kongres tahun 1992[10] dan membuat beberapa gebrakan dalam lembaga kemahasiswaan. Anies membentuk Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sebagai lembaga eksekutif memosisikan senat sebagai lembaga legislatif yang disahkan oleh kongres pada tahun 1993. Masa kepemimpinannya juga ditandai dengan dimulainya gerakan berbasis riset, sebuah tanggapan atas tereksposnya kasus BPPC yang menyangkut putra Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra.[10] Anies turut menginisiasi demonstrasi melawan penerapan Sistem Dana Sosial Berhadiah pada bulan November 1993 di Yogyakarta.[11]

Pada tahun 1993, Anies mendapat beasiswa dari JAL Foundation untuk mengikuti kuliah musim panas di Sophia University, Tokyo dalam bidang kajian Asia. Beasiswa ini ia dapatkan setelah memenangkan sebuah lomba menulis mengenai lingkungan.[12]

Amerika Serikat (1997-2005)

Setelah lulus kuliah, Anies bekerja di Pusat Antar Universitas Studi Ekonomi UGM, sebelum mendapat beasiswa Fulbright dari AMINEF untuk melanjutkan kuliah masternya dalam bidang keamanan internasional dan kebijakan ekonomi di School of Public Affairs, University of Maryland, College Park pada tahun 1997. Ia juga dianugerahi William P. Cole III Fellow di universitasnya, dan lulus pada bulan Desember 1998.[13]

Sesaat setelah lulus dari Maryland, Anies kembali mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliahnya dalam bidang ilmu politik di Northern Illinois University pada tahun 1999. Dia bekerja sebagai asisten peneliti di Office of Research, Evaluation, and Policy Studies di kampusnya, dan meraih beasiswa Gerald S. Maryanov Fellow, penghargaan yang hanya diberikan kepada mahasiswa NIU yang berprestasi dalam bidang ilmu politik pada tahun 2004.[8] Disertasinya yang berjudul Regional Autonomy and Patterns of Democracy in Indonesia menginvestigasi efek dari kebijakan desentralisasi terhadap daya respon dan transparansi pemerintah daerah serta partisipasi publik, menggunakan data survei dari 177 kabupaten/ kota di Indonesia.[13] Dia lulus pada tahun 2005.

Karier politiknya mulai terlihat saat dia terlibat turun tangan membantu pasangan capres Joko Widodo-Jusuf Kalla dengan menjadi juru bicara pasangan tersebut. Pasca Pilpres, dia menjadi bagian tim transisi presiden terpilih. Cita-citanya tentang pendidikan mulai terwujud saat dia dipilih Jokowi menjadi Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah dalam Kabinet Kerja 2014-2019.

Namun, di tengah menjalani tugasnya, ia terkena reshuffle kabinet Jokowi pada 27 Juli 2016. Tak jadi menteri, Anies diminta Prabowo Subianto untuk maju bersama Sandiaga Uno dalam Pilgub DKI Jakarta 2017. Hasilnya kemenangan. Pada 16 Oktober 2017, ia bersama Sandiaga Uno dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017-2020. (AK/DN)

KELUARGA

Istri : Fery Farhati Ganis, S.Psi, M.Sc
Anak : Ismail Hakim, Mikail Azizi, Kaisar Hakam, Mutiara Annisa.

PENDIDIKAN

SD IKIP Labrotori II, Yogyakarta (1982)
SMP Negeri 5, Yogyakarta (1985)
SMA, South Milwaukee, Senior High School (AFS Year Program), Wisconsin, Amerika (1988)
SMA Negeri 2, Yogyakarta (1989)
S1. Fakultas Ekonomi UGM, Yogyakarta (1995)
S2. University of Maryland, School of Public Policy, College Park, Amerika Serikat (1998)
S3. Northern Illinois University, Department of Political Science, DeKalb, Illinois, Amerika Serikat (2005)

KARIER

Redaktur dan Pembawa Acara “Tanah Merdeka” (Program TVRI Yogyakarta) (1989 – 1991)
Program Koordinator di Center for Student and Community Development (1993 – 1994)
Peneliti dan Koordinator Proyek di Pusat antar Universitas (PAU)
Studi Ekonomi UGM (1994 – 1996)
Peneliti pada The Office of Research, Evaluation, and Policy Studies, Northern Illinois University (2000 – 2004)
Peneliti pada Center for Governmental Studies, Northern Illinois University (2000 – 2000)
Research Manager di IPC, Inc., Chicago, Illinois, Amerika ( 2004 – 2005 )
Direktur Riset The Indonesian Institute, Center for Public Policy Analysis, Jakarta (2005 – 2009)
Peneliti Utama di The Indonesian Survei Institute (LSI), Jakarta (2005 – 2007)
National Advisor Bidang Desentralisasi dan Otonomi Daerah pada Partnership for Governance Reform, Jakarta (2006 – 2007)
Rektor Universitas Paramadina (2007 – 2011)
Pendiri dan Ketua Gerakan Indonesia Mengajar (2010)
Presenter Program Save Our Nation, Metro TV (2010)
Presenter Young Global Leaders Summit, Tanzania, Afrika (2010)
Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah dalam Kabinet Kerja (2014-2016)
Gubernur DKI Jakarta (2017-2022)

PENGHARGAAN

AFS Intercultural Program, Milwaukee High School, Wisconsin, AS (1987)
JAL Scholarsip (1993)
Fulbright Scholarship (1997)
ASEAN Student Awards Program (USAID-USIA-NAFSA) (1998)
William P Cole III Fellowship, Universitas Maryland (1998)
Indonesian Cultural Foundation Scholarship (1999)
Gerald Maryanov Fellow, Northem Illions University (2004)
William P Cole III Fellow di Maryaland School of Public Policy, ICF Scholarship (2005)

Sumber: Wikipedia & Berbagai Sumber

About Author /

Rahmat Darmawan adalah seorang praktisi Meditasi & Holistik Healing, serta pengembang website. Sangat menyukai Alam dan Teknologi Informasi.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Start typing and press Enter to search